"Aduhh... pasti ini sangat sulit membuat Anjani sembuh dengan cepat."
"Iya, kau sebagai suaminya harus siaga menjaga dia, mungkin orang ini sakit hati dengan Anjani maka nya dia memperlakukan hal ini, di tambah lagi pernikahan kalian begitu sangat tidak di sukai."
Abraham langsung berkata kepada Mbah Parno, "Mbah, apa ini orang terdekat Anjani? Entah aku sangat yakin semuanya ini pasti di lakukan oleh orang mengenalnya juga."
"Tentu! Justru dari itu aku menyuruh kalian untuk menjaga dan jangan memikirkan kejadian di sini bisa tentukan satu sama lainnya. Harapan di sini bisa saja memikirkan kalau orang ini sangat dendam, dia sama sekali tidak bisa sendirian di dalam kamar." Mbah Parno menjelaskan apa yang di lakukan demi kejadian ini telah berlanjut dan di sisi begitu tanpa keyakinan juga.
"Jadi untuk menangkal sementara waktu apa yang di lakukan?" Tanya Urdha.
"Iya, jika dia kembali kambuh lagi berikan air ini suruh dia minum sebagai syarat agar kiriman itu semakin meluntur, Anjani bisa kembali beraktivitas juga di dalam rumah, hanya satu jangan menyuruh dia keluar dulu karena orang ini sudah mengincar Anjani dan mempengaruhinya untuk menghancurkan segalanya."
"Baiklah Mbah, terima kasih sudah membantu
Urdha mengaku kesalahannya dan dia merasa penyebab sakitnya Anjani adalah dirinya juga, saat ini masih bisa di bilang kalau setiap permasalahan terjadi akan terus berubah di satu sisi.
"Mbah, jadi apa yang harus saya lakukan lagi untuk menjaganya." Tanya Urdha.
"Tetap jaga dia berada di dalam rumah dan juga jangan membuat dirinya bisa marah dan tidak betah, karena makhluk itu sangat menyukai hal tersebut. Sekarang biarkan saja dia istirahat, dia begitu sangat lelah jika di pikir ulang semuanya ruh Anjani sedang pergi mencari kebenaran tadi di tarik sosok itu." Ucap Mbah Parno.
"Baiklah mbah, kalau gitu kita berbicara lagi di depan jangan di sini nanti akan terganggu."
"Bu, minta tolong jaga lagi."
"Tunggu! Sekarang semua jendela setiap malam harus di tutup dengan rapat dan Juga cermin kalau malam harus di tutup." Ucap Mbah Parno.
"Kenapa begitu mbah?" Tanya Urdha.
"Ikuti saja, semua yang aku katakan itu adalah sangat berbahaya untuk istrimu! Aku dari kejauhan akan melakukan ritual penyembuhan juga dan di sini bisa di bilang menjadi beban terjadi kalau setiap beberapa keadaan ini satu sama lainnya." Ucap Mbah Parno yang begitu mendalam ingin kesembuhan pasiennya yang semakin parah juga sekarang ini.
"Kalau setiap permasalahan di sini bisa di bilang kalau setiap permasalahan di sini terus menjadi kalau setiap beberapa masih terus membuat dia semakin kesal juga." Urdha berkata di dalam hatinya yang saat ini masih bisa di bilang menjadi beberapa kejadian satu sama lainnya.
Mereka duduk di dalam ruang tamu sampai di sini bisa di bilang menjadi beberapa keadaan di sini telah banyak sekali telah berada di sini bisa di lakukan menjadi satu sama lainnya.
"Mbah, ini akan baik-baik saja kan? Aku sangat takut dengan apa yang terjadi saat ini begitu sangat yakin semuanya pasti akan membuat Anjani semakin tidak yakin membuat diri ini berjalan dengan baik juga." Ucap Urdha begitu khawatir juga dan di sini bisa di bilang satu sama lainnya.
"Kita harus usaha dulu dan jangan berpikir akan apa yang terjadi sekarang ini, kalian harus membantu aku juga, Anjani harus tetap berada di dalam rumah jangan keluar di waktu siang atau pun malam. Mengerti!"
"Mengerti mbah."
"Iya sudah antarkan aku pulang, tugas aku malam ini sudah selesai dan jangan lagi memikirkan apa pun saat memikirkan apa pun buat masalah terjadi semakin meredam kalau suasana semakin tidak tenang juga." Jelas Mbah Parno yang saat ini masih terus berjalan dengan baik pula keadaan ini terus berjalan dengan baik pula.
"Abraham sekarang antarkan mbah untuk pulang, dan sekarang aku akan menunggu menjaga Anjani lagi."
"Baiklah Bos."
Akhirnya mereka pergi dan Urdha langsung menutup pintu rumah, perasaan dia semakin tidak tenang dan juga di sini bisa di bilang suasana rumahnya itu seperti sangat panas tidak tenang.
"Kenapa ya, apa perasaan aku ini membuat suasana rumah ini sangat tidak tenang dan juga banyak sekali yang harus di selesaikan di sini bisa di lalu satu sama lainnya." Rutuk Urdha di dalam hatinya begitu gelisah dan juga membuat dirinya semakin tidak tenang juga.
Rasa takut itu tiba-tiba muncul dan juga di sini bisa di bilang sebagai beban dirinya juga. Pria itu berjalan menuju kamar dia merasa ada seorang yang beberapa kejadian satu sama lainnya.
"Kalau memang di sini banyak ingin tidak biasanya aku merasakan takut berada di dalam rumah sendiri juga, beberapa kejadian ini untuk pertama kali aku melakukannya di sisi lain pun kejadian satu sama lainnya di dalam diri ini bisa di lakukan berjalan satu sama lainnya. Kalau semuanya bisa di lakukan tanpa kekuatan di dalam diri ini." Urdha berkata di dalam hatinya yang ketakutan dan juga di saat ini beberapa kejadian tersebut di dalam di sini bisa di tentu juga.
perlahan membuka pintu melihat Anjani sudah tertidur pulas dan saat ini masih terus berjalan demi keyakinan diri satu sama lainnya. Harapan di dalam hatinya dia ingin sekali melihat Anjani sangat khawatir juga.
"Bu, kalau mau istirahat silakan jangan di paksa untuk begadang, biarkan aku saja yang menjaga Anjani."
"Enggak apa-apa ya bos? Nanti takutnya anda membutuhkan sesuatu."
"Jangan khawatir aku akan melakukannya sendiri, kalau benar kesulitan aku akan meminta bantuan juga sama Abraham, lagi pula Ibu akan bekerja besok pagi." Ucap Urdha.
"Baiklah Bos, saya akan istirahat dulu dan juga bisa di lakukan demi kejadian satu sama lainnya. Kalau butuh apa-apa bangunkan saja saya." Ucap Ibu Sri yang berdiri dan sambil keluar kamar.
"Iya bu, saya akan menunggu Abraham juga sampai di rumah. Selamat malam bu." Ucap Urdha.
Saat ini masih bisa di katakan lagi kalau dia berjalan demi kebaikan diri satu sama lainnya di dalam diri ini telah banyak bisa di lakukan di dalam diri Urdha hanya Anjani bisa di cintainya juga.
"Huft... kenapa saat ini masih bisa di bilang menjadi telah ada keyakinan juga, beberapa kejadian satu perubahan keadaan ingin kau sembuh juga." Urdha berkata di dalam hatinya yang bisa di lakukan keadaan juga bisa beberapa kejadian.
Jangan bisa di katakan di sini bisa berjalan juga, suasana di dalam kamar seperti tidak nyaman dan juga bisa di katakan sebagai beban terjadi satu sama lainnya. Harapan di sini bisa di lalui kalau setiap permasalahan diri juga.