PART 58

1030 Kata

Cinta? Benarkah aku lebih mencintai Takeshi? Hati manusia hanyalah segumpal daging yang terus membisu, ia tidak punya lidah, tapi mampu merasakan sakit saat pemiliknya menangis. Itulah yang kualami saat ini, andai hatiku bisa bicara lewat mulut, mungkin akan banyak kejujuran --meski itu menyakitkan. "Takeshi, sepertinya kau salah paham. Aku masih berdiri di tengah-tengah kalian. Jangankan dirimu, kalau Arzhou mengalami keadaan yang sama, aku yakin perlakuanku tidak berbeda,"ucapku mengambil kalimat ter-aman sebagai jawaban. Kutatap iris gelap pria itu hati-hati. Aku, menemukan banyak keraguan begitu ia akhirnya menundukkan tatapannya ke bawah. Membunuh barisan semut tidak berdosa yang merambat cepat di atas tumpukan daun musim gugur. Ia marah--lebih tepatnya, kecewa. Perlahan, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN