Aku tidak menemukan apapun dalam perjalananku menuju sisa resort hasil ledakan kemarin. Segalanya hancur, hanya meninggalkan jejak hangus dan tumpukan tanaman layu di setiap bagian kecil bukit itu. Aku mengikuti Takeshi yang berdiri sambil memegang ponselnya untuk menghubungi seseorang. Tapi, selama itu pula, ia tidak bicara dengan siapapun. Sepertinya tidak ada yang mau membantunya. Sisa anak buah Takeshi yang masih hidup dari ledakan juga kumpulan lainnya di bagian lain wilayah Jepang, tak berdaya. Akses sepenuhnya telah ditutup. Menuju ke tempat ini, adalah tidak mungkin. Kemarin, aku merasa ada unsur kesengajaan dimana Akechi membiarkanku menemui Takeshi. Sifat keras kepalaku adalah pemenang. Saat itupun aku sadar, untuk pertama kalinya, Arzhou seakan lenya

