Ting tong. Ting tong. Aku dan Takeshi saling pandang, berusaha menguasai keadaan. "Sembunyi! Kau sembunyi di sana! Di bawah tempat tidur!" pekikku panik. Aku bersyukur memeriksa lewat lubang pengintip. Sebenarnya ada apa denganku? Baru saja Takeshi, sekarang Akechi! " Tidak! Aku tidak akan bersembunyi!"pekik Takeshi menepis tanganku yang mendorongnya ke sudut. "Itu Akechi! Kalau dia tahu kau ada di sini, itu bisa berakibat buruk!" Aku dengan tegas melotot, mengangsurkan sepasang sepatu miliknya untuk ikut diamankan. "Lebih baik mati daripada harus bersembunyi! Seorang Takeshi Yoshida....," Jariku bergerak, menekan mulutnya. "Sssttt... kali ini abaikan semua omong kosong itu, atau aku tidak akan pernah lagi menemuimu." Kau pintar Kirika. Kau pintar. Batinku memuji diriku sendir

