Kegelapan malam belum berlalu, suara gonggongan anjing yang berkeliaran di sekitar kompleks, masih sesekali menyalak dari kejauhan. Waktu belum menunjukkan pagi, tapi apa yang Arzhou takutkan, akhirnya terjadi. Sebuah ketukan memaksa yang lebih mirip dobrakan terdengar dari balik pintu keluar. Arzhou yang pertama kali bangun, menepuk bahuku agar menjaga Ichirou yang tiba-tiba bergerak karena terganggu. "Kirika! Pulang!" teriakan khas Takeshi Yoshida menggema di ruang sempit itu. Menebar kesan ancaman dan amarah yang terpendam. Aku melihatnya menerobos masuk , tak menatap apalagi menghiraukan Arzhou yang sempat memperingatinya agar tetap tenang. Aku belum sempat menjawab apapun karena Ichirou tiba-tiba memotong ucapanku dengan tangisan. Panik, aku berdiri, mengam

