PART 29

1327 Kata

"Kau lapar?" Aku menggeleng, mendorong jauh sushi yang akan dijejalkan masuk kemulutku. Sudut mata Takeshi langsung menyipit mendeteksi alasan dari penolakanku pagi-pagi. Aku tak menggubris, menarik masam ujung bibir lalu memainkan kuah soba dengan sumpit terbuka. "Apa kau belum puas, hah?" pancing Takeshi dengan cengiran m***m. Ia menunjuk wajah lalu berakhir di pada bagian dadaku. Pipiku seketika memanas, bukan lagi gairah, tapi bercampur rasa gusar juga amarah. Para pelayan yang memenuhi sudut ruangan, perlahan beringsut pergi. Melangkah keluar meninggalkan kami yang mulai berdebat panjang. Ya, itu sering terjadi meski berakhir tanpa menyisakan rasa kesal. Itu sudah menjadi sifat kami yang selalu mengatakannya langsung tanpa harus bersikap selembut Arzhou. Jika ada yang bil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN