Ketukan dari pintu kertas yang menghubungkan ruang baca ke bagian belakang taman, terdengar di seret tiba-tiba. Aku menoleh, menatap sosok tinggi Arzhou yang membawa sesuatu di tangannya. Sashimi. Makanan berbau laut itu mengalihkan perhatianku pada Ichirou. "Kau membelinya langsung dari teluk?"tanyaku berdiri sambil menggendong Ichirou ke arah meja kecil di sudut kolam. Arzhou tersenyum kecil, membuka jas dokternya untuk di gantung di pintu masuk. "Sakana. Sa-ka na,"celoteh Ichirou saat aku membiarkanya duduk di atas bantal sofa. Bibir kecilnya berucap dengan aksen yang sangat kacau. Sesekali pipi mungil itu menggelembung, mengeluarkan beberapa bunyi mirip orang sakit perut. Ichirou menirukannya dari saluran animasi bertema kebun binatang yang kemarin kami tonton bersama-sama. A

