Minggu pertama setelah pesta yang melelahkan, aku terpaksa tidur di samping Takeshi selama tiga hari. Awalnya kami sepakat akan tinggal di villa pegunungan Kanto yang bersebrangan langsung dengan sebuah klinik. Namun, sepertinya hal itu harus tertunda untuk waktu yang cukup lama. Baik aku dan Arzhou harus bersabar dengan perpisahan sementara waktu. Keluarga dari pihak Takeshi menyuruhku beristirahat terlebih dulu untuk memulihkan kondisi pasca pesta pernikahan selesai. Akechi juga berpikir akan lebih baik berada di dekat keluarga besar selama menunggu proses persalinan. Aku merasa bersalah dengan keadaan ini. Apapun alasannya, secara tidak langsung, itu membuat rencana awal kami berantakan. --- "Iya, aku baik-baik saja. Akhir -akhir ini aku sudah susah bergerak. Apa kau marah?" tanyak

