PART 22

1172 Kata

Berhasil. Kepalan tangan Takeshi mendadak menggantung di udara. Iris matanya yang gelap beralih ke arahku. Sebuah pisau buah dari atas meja kini kugenggam kuat dengan ujungnya yang mengarah ke perutku. Jemari juga ekspresiku sungguh menggambarkan betapa frustasi dan marahnya aku. Arzhou terbatuk, memuntahkan darah segar yang semakin membuatku tersulut emosi. "Letakkan! Aku bilang letakkan!" teriak Takeshi berusaha mendekat. "Ayo mendekatlah b******n! Aku akan mati saat kau belum sampai menyentuhku!" Gigiku mengatup, membuat celah agar nafasku bisa mengalun dengan lebih tenang. Aku tidak punya senapan. Jika ada, aku sudah menembus isi perutku. Takeshi berteriak kesal, menendang sebuah hiasan kaca yang terpajang hingga jatuh berserakan di bawah kakinya sendiri. "Apa yang terjadi!" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN