PART 23

1194 Kata

Arzhou, inilah kenapa aku menyebut diriku seorang jalang. Dengan Takeshi aku bisa bereaksi seliar ini. "Aku tidak akan mengizinkanmu makan es di cuaca sedingin ini. Lebih baik makan sup kacang merah dan beberapa potong oden. Itu sudah cukup," gumam Takeshi bergerak menjauh. Ia lalu membungkuk dan kembali menyelimutiku. Aku bingung sendiri. Rupanya Takeshi benar-benar ingin menepati janjinya yang tidak akan menyentuhku selama pernikahan formal berlangsung. Apa aku kecewa? Aroma sampo dan sabun yang sempat tercium lewat hidungku, nyatanya membuatku hanyut dalam imajinasi liarku sendiri. Sepuluh menit menatap Takeshi yang menggenakan hakamanya di depan mataku, aku tiba-tiba terlelap dan membawa hasratku ke dalam sebuah mimpi sepanjang siang itu. ----- Namanya Himori Nacita. Dokter wani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN