
" kamu sekarang berubah mas "
" kamu ngomong apaan sih, gak jelas!!"
Bima berjalan kekamar mandi berhenti ketika Sekar berbicara tanpa menoleh kepada suaminya.
" aku tak mengenal kamu yang sekarang mas "
Sekar duduk diujung ranjang menahan sesak di dadanya seakan tertimpa ribuan ton batu bara, membuat emosional yang tak terkendali ingin segera melepaskan semua beban yang membelenggunya.
" apa cinta kamu sudah hilang mas"
tatapan Sekar berahli menatap Bima yang masih setia berdiri melihat Sekar mengeluarkan curahan hatinya. ia tak mampu lagi menahan air mata agar tak jatuh, pertahanannya runtuh sudah, ia sudah berjanji tidak akan menangis namun ternyata Sekar tak mampu menahan sakit hatinya.
" aku baru pulang dari kantor, bisa gak!! gak usah drama sekarang!!"
Bima meninggalkan Sekar sendirian dikamar tanpa menoleh sedikit pun.
BRAAKKK
suara pintu tertutup kencang membuat Sekar tak mampu lagi menahan sesak di d**a ia menangis terdiam.
" apa semua yang kita lakukan selama ini tidak ada artinya lagi mas" kata Sekar lirih.
" apa yang harus aku lakukan sekarang untuk mempertahankan dirimu agar tetap disisiku"
" baiklah mas akan ku balas rasa sakit ku ini!!!"
senyum Sekar mengembang tatkala ia menyusun rencana akan membalas suaminya yang telah mempermainkannya selama ini.
" Tunggu pembalasanku mas!! "
