“Brian tak sehat?” tanya Rafael sambil menatap dua manik mata Ambar. Wanita berkaki jenjang tak menjawab, hanya tangisan yang keluar dari bibir. Rafael pun duduk di samping Ambar lalu memeluknya. Wanita berkuncir kuda ini menangis sesengukan di d**a Rafael. “Brian terinfeksi HIV, Hunter,” jelas Ambar dengan terbata-bata. “Dari mana?” Rafael bertanya sembari mendongakkan dagu Ambar. Pria berparas Latin ini tampak tak terima, anak semata wayangnya menderita terjangkit virus yang mematikan tersebut. “Brian jadi korban pelecehan, Hunter.” “Siapa pelakunya?” “Udah mati keracunan.” “Siapa dia?” “Eksanti, adek Bang Sapto,” ucap Ambar dengan bibir bergetar. “Hubungan kalian terjadi sebelum kasus?” Pertanyaan Rafael kali ini membuat Ambar mati kutu. Dia tak berkutik harus bagaimana ungkapka

