SAAT TUAN BESAR TURUN TANGAN

1100 Kata

Wanita cantik khas Jawa ini sangat merindukan bapaknya. Pria yang terpaksa pergi meninggalkannya karena perceraian. Harapan besar kini tumbuh dalam hati Ambar. Bapak yang telah lama dirindukan ada kabar sekarang. "Maaf, saya harus sampaikan bahwa Bapak Gerry telah meninggal lima tahun yang lalu. Sejak itu saya mencari keberadaan keluarga beliau. Saya turut berdukacita, Miss. Ambar." Ambar tidak bisa berucap sepatah kata pun. Air mata deras mengalir dari kedua sudut mata. Musnah sudah harapannya untuk bertemu langsung dengan bapaknya. "Terima kasih, Miss. Clarisa." Saat mereka sedang berbincang, Sabrina mendekat ke arah pintu lalu memberi kode dengan menyilangkan dua lengan. Tak cukup itu saja, bahkan wanita bermata sipit tersebut mengucapkan kata tanpa bersuara. "Hati-hati!" Beruntung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN