Tampak dua orang perwira tinggi turun dari mobil polisi lalu menghampiri sebuah mobil mewah berplat khusus tersebut. Kedua perwira melakukan sikap hormat saat pintu penumpang terbuka. Seorang pria berusia tujuh puluh tahunan bangkit lalu berjalan menghampiri kedua perwira. "Terima kasih atas bantuannya. Akhirnya keluarga kami bebas dari bayang-bayang mafia black market," ucap pria berpenampilan rapi layaknya seorang pengusaha. "Terima kasih kembali. Semoga kerja sama di antara kita semakin terjalin erat," balas salah satu perwira sambil menerima uluran tangan pria pengusaha. Pria pengusaha yang tak lain adalah Rahardian Wisanggeni alias Tuan Gerry melangkahkan kaki menuju ruang rontgen. Semua area yang berisi anggota keluarga Ambar dan para kerabat disterilkankan dari para nakes serta

