"Apa Mas Erick benar-benar tidak bisa suka kepadaku?" Suara Lila menahan pergerakan kaki Erick yang hendak meninggalkan perempuan itu sendiri setelah ia lagi-lagi dipaksa untuk mengantarnya pulang. "Sudah berapa kali harus ku jelaskan? Kita ini tidak akan pernah bisa bersama." Jelas Erick dengan tenang. "Mengapa Mas Erick masih belum bisa memaafkan kesalahan Papa? Mas Erick dapat bekerja di tempat yang sekarang juga karena Papa, kan?" Erick yang mendengar hal tersebut sontak tertawa pahit, dalam hatinya ia bergumam bahwa Lila perempuan yang sangat naif. "Kau tidak tau apa-apa, Lila. Urusi saja hidupmu sendiri, dan juga aku tidak akan mentolerir lagi permintaanmu yang mengharuskan aku mengantarmu pulang, karna aku bukan supir pribadimu." Kalimat itu Erick ucapkan dengan pelan tepat di

