Celia mengagumi satu perempuan yang ia anggap sempurna. Perempuan itu bak seseorang yang selama ini Celia idam-idamkan ada pada dirinya, namun kenyataannya di dunia ini ia hanya dapat menjadi dirinya yang sekarang. Ia tidak terlalu cantik, tidak terlalu pintar, terkadang bodoh, dan ditambah ia juga berasal dari keluarga pas-pasan yang mana ia juga harus bisa mengatur perputaran uang jajan yang diberikan oleh orang tuanya agar ia dapat terus melanjutkan kuliahnya. Tetapi, ada satu perempuan yang menurut Celia sempurna dari segala sisi, perempuan tersebut cantik, pintar, baik hati, serta disukai banyak orang dengan sikap ramahnya. Celia tidak ingin mengambil segala bentuk kelebihan yang dimiliki teman kuliahnya itu dengan hati yang kotor. Ia hanya ingin berniat berteman, membangun hubungan

