Bab 4
Samuel tersenyum bahagia mendengar rintihan Hesti. Semuanya itu membuatnya tambah b*******h. Dia sangat menyukai erangan dan juga rintihan Hest yang memohoni agar ia bisa segera memberikan apa yang ia inginkan.
Dengan satu tangannya, ia segera menenangkan Hesti lagi di bawah sana dan hal itu membuat Hesti memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya dengan menyerukan erangan kenikmatan. Apalagi saat Samuel menggerak-gerakkan jari-jarinya dengan gerakan cepat. Ia melihat sendiri kalau Hesti benar-benar menyukai keterampilan jari-jarinya menari di dalam inti sari kewanitaannya yang sangat hangat dan basah saat ini.
Samuel berusaha untuk berlama-lama menggoda Hesti tapi pada akhirnya ia tidak tahan lagi dan segera menggantikan posisi.
“Ini!” kata Hesti langsung tersentak kaget saat Samuel memutar posisi tubuhnya dan menghadapkannya langsung dengan kejantanannya yang sudah mengeras dan berukuran sangat besar dibanding kejantanan mas Haris. Wajahnya langsung memerah karena berada dalam posisi yang canggung.
Samuel tersenyum sambil menatap kebingungan dan juga ekspresi malu-malu dari wajah Hesti menanggapi apa yang ia lakukan saat ini. Ia yakin sekali kalau Hesti dan suaminya belum pernah bercinta dalam posisi enam sembilan seperti ini, kata Samuel merasa bahagia bisa memperkenalkan gaya bercinta yang bisa memuaskan kedua belah pihak dengan cara yang lebih intim seperti ini.
“Sentuhlah dan manjakan dia," kata Samuel dengan lembut agar mendorong Hesti melakukan apa yang ia inginkan. "Lakukan, sebagaimana aku akan memanjakanmu,” kata Samuel seraya menatap Hesti dengan penuh harap tapi ia harus sedikit kecewa karena Hesti menggeleng ragu dan menolak memanjakan kejantanannya.
Hesti tampak ragu menyentuh kejantanan Samuel karena ia belum pernah melakukan hal ini sebelumnya.
Samuel mengubur rasa kecewanya dan tersenyum menenangkan Hesti. Ia berinisiatif untuk memulai terlebih dulu agar Hesti dapat menikmati gaya percintaan yang menyenangkan ini. Tanpa ragu ia langsung memanjakan intisari kewanitaan Hesti yang sudah basah dan siap untuk merasakan kenikmatan bercinta yang lebih lagi tapi Samuel tidak mau cepat-cepat melakukannya, ia ingin Hesti menginginkannya lagi dan lagi.
Tanpa ragu ia mencium, menjilat dan mengulum inti kewanitaan Hesti dengan mulut dan lidahnya.
Hesti memekik kaget dan menahan Samuel agar menghentikan apa yang ia lakukan. Rasanya sangat janggal dan hal yang asing bagi Hesti.
"Percayalah kepadaku," kata Samuel dengan penuh percaya diri menyingkirkan tangan Hesti yang menutupi inti kewanitaannya.
Jantung Hesti berdebar kencang sambil menatap Samuel di bawah sana.
Samuel meyakinkan Hesti dengan tatapan matanya.
Hesti mengangguk malu-malu dan menggigit bibir bawahnya karena merasa cemas sekaligus penasaran dengan sensasi yang akan dia dapatkan saat ini. Ia menelan air ludahnya dengan susah payah dan menarik tangannya dari inti kewanitaannya secara perlahan.
Samuel tersenyum lalu melanjutkan aksinya memanjakan intisari kewanitaan Hesti yang wangi dan manis di mulut dan hidungnya. Tampak sekali Hesti adalah wanita yang sangat merawat diri.
Saat mulut dan lidah Samuel menciumnya di bawah sana, Hesti tersentak seakan kehabisan napas dalam sekejap. Ia memekik tertahan dan menggigit bibir bawahnya sambil meremas sprei mencoba menikmati sensasi yang ditimbulkan Samuel saat ini tapi beberapa saat kemudian protesnya malah berubah menjadi desahan dan permintaan agar Samuel tidak berhenti melakukannya.
Samuel tersenyum dan semakin b*******h memanjakan inti sari kewanitaan Hesti yang manis dan wangi. Ia terus mengulum dan memuaskan Hesti dengan mulut dan lidahnya tanpa merasa lelah. Ia merasa b*******h dan terus melumat dan menghisap inti kewanitaan milik Hesti tanpa ragu.
Hesti mengerang seraya menelan air ludahnya dengan susah payah karena merasakan sensasi kenikmatan yang belum pernah ia rasakan bersama mas Haris sebelumnya. Ia mengerang untuk meluapkan kenikmatan yang ia rasakan saat ini. Ia mendesah dan meremas dan mengelus-elus paha Samuel.
Ia baru tahu Samuel melakukan hal yang membuatnya tergila-gila dan tidak ingin berhenti merasakannya! Secara tidak sadar kenikmatan itu memicu tangan Hesti untuk membelai kejantanan Samuel dan memberanikan diri untuk mencicipi rasa kejantanan Samuel ke dalam mulutnya.
Secara perlahan ia mulai menjilat kejantanan Samuel yang mengeras dengan lidahnya.
Samuel langsung terengah dan terdiam sesaat. Ia memejamkan mata, menikmati sensasi lidah Hesti yang hangat saat menjilati kejantanannya yang sudah mengeras. Ia menahan dan menggigit bibirnya saat merasakan hangat mulut Hesti yang mulai berani mengulum kejantanannya secara perlahan. Samuel mengerang merasa kenikmatan yang begitu dasyat melandanya saat Hesti mempercepat kulumannya, kini tanpa keraguan sedikitpun!
Ia langsung meneruskan apa yang ia lakukan sebelumnya pada inti kewanitaan Hesti sambil menikmati cumbuan Hesti pada kejantanannya.
Hesti tersenyum mendengar desahan juga erangan yang keluar dari mulut Samuel atas apa yang ia lakukan saat ini. Rupanya semua ini membuat Samuel merasakan kenikmatan seperti yang ia rasakan saat ini. Tanpa merasa ragu ia mulai mengulum lagi dan menghisap kejantanan Samuel dengan mulutnya hingga menyentuh rongga tenggorokannya.
Entah bagaimana semuanya ini membuat Hesti dan Samuel bertambah b*******h dan meneruskan aksi mereka untuk memperoleh dan mencapai kenikmatan yang lebih.
Hesti mengerang tertahan dan segera melepas kejantanan Samuel dari mulutnya karena telah mencapai klimaks. Rasanya begitu indah dan sangat dalam menyentuh ke dasar jiwanya!
Ia menekuk kedua kakinya sambil tertawa karena merasakan kelegaan yang begitu mendalam melanda ke dalam dirinya saat ini.
Samuel tersenyum dan membiarkan Hesti menikmati klimaks pertamanya.
“Jawab aku Hes, apa rasanya nikmat?” tanya Samuel sambil mengamati ekspresi Hesti yang sedang terbang ke awan-awan.
“Sangat!" sahut Hesti dengan jujur. "Ini benar-benar gila!” kata Hesti lagi sambil tertawa menikmati sensasi yang begitu dasyat melandanya sampai lama.
“Apa kau menyukainya?” tanya Samuel sambil tersenyum senang melihat ekspresi Hesti yang begitu berseri-seri.
“Sangat! Ini sangat luar biasa!” jawab Hesti sambil menggelinjang lagi karena rasa nikmat yang menderanya saat ini. Bagaimana mungkin! tanyanya dengan bingung. Samuel bahkan belum menyatukan diri dengannya, bagaimana bisa ia merasakan klimaks yang begitu menggetarkan seluruh jiwanya seperti saat ini, pekiknya lagi dalam hati sambil menatap dan mengelus wajah Samuel.
Samuel tersenyum kemudian tangannya turun dan mengusap-usap p****g p******a Hesti.
“Jangan!” kata Hesti sambil menahan geli. “Geli,” katanya lagi.
“Pertama geli tapi nanti akan terasa nikmat percayalah kepadaku. Semua ini untuk menyiapkanmu mencapai klimaks keduamu," bisik Samuel di telinga Hesti.
Mata Hesti terbuka lebar merasa tidak percaya bisa merasakan klimaks kedua. “Klimaks kedua?” sahutnya tanpa bisa menahan diri.
“Yah, apa kau tidak mau?” tanya Samuel lagi tidak bisa menahan diri menyentuh tubuh Hesti yang mulus dan menggoda.
“Mau! Tentu aku mau tapi apakah benar bisa?” tanyanya dengan tatapan antusias.
“Bersamaku, pasti bisa,” bisik Samuel di telinga Hesti dengan mesra sambil terkekeh nakal.
“Maaf, aku telah mencapai klimaksku seorang diri, kau …” kata Hesti merasa bersalah kepada Samuel.
Samuel terkekeh seraya menggeleng. “Malam masih panjang, jangan khawatirkan hal itu. Aku sengaja menahan diri untukmu. Aku pasti akan mencapai klimaksku tapi nanti setelah memberimu klimaks yang berulang,” ucap Samuel sambil mengelus rambut Hesti yang berkeringat.
“Klimaks yang berulang,” sahut Hesti dengan mata yang terbuka kemudian menyadari kata-katanya sendiri, wajahnya langsung merona. Selama ini ia hanya bisa merasakan satu kali klimaks dan itupun langsung ditinggal tidur oleh mas Haris. Tanpa sadar ia mendesah menantikan hal itu. “Itu …” katanya lagi sambil menggigit bibirnya malu-malu.