Untung ada pelumas!

1683 Kata
Bab 5 “Itu …” katanya lagi sambil menggigit bibirnya malu-malu. “Bisa,” sahut Samuel segera meyakinkan Hesti. Hesti tersenyum lagi sambil menahan geli atas apa yang Samuel perbuat terhadap p****g payudaranya. Secara perlahan Samuel bergerak naik ke atas tubuh Hesti kemudian menyesap p****g p******a Hesti tanpa meninggalkan tatapannya ke arah Hesti untuk melihat reaksinya. Ia sangat suka memandangi ekspresi Hesti yang tengah mendesah ataupun mengerang karena menikmati sentuhannya. Hesti tidak bisa menahan diri dan mengerang merasakan sensasi yang tengah melanda dirinya. Perasaan geli tadi telah berubah menjadi desakan dan permohonan kepada Samuel agar Samuel tidak berhenti mencumbunya! Samuel mengerti kebutuhan Hesti yang sudah meremas-remas rambutnya tapi ia sengaja berlama-lama untuk memancing gairah Hesti agar memuncak lagi dan menginginkannya tanpa keraguan sedikitpun. Secara perlahan jari-jarinya kembali menari ke dalam inti kewanitaan Hesti dan menyenangkannya di sana. Hesti mendesah dan benar-benar membutuhkan Samuel saat ini! “Sam, please, jangan siksa aku," pinta Hesti memohon kepada Samuel untuk segera mengakhiri penantiannya. "Aku membutuhkanmu, aku sangat menginginkanmu sekarang juga,” pekik Hesti sambil bergerak memacu dirinya untuk bergerak lebih cepat karena hasratnya yang sudah sangat menggebu saat ini. Samuel tersenyum melihat dan mendengar rintihan Hesti. Ia juga merasakan hal yang sama sedari tadi tapi ia menahan diri untuk menyenangkan Hesti terlebih dulu karena itu ia tidak menunda lagi. Ia segera menggantikan peran jari-jarinya dengan kejantanannya yang sudah sedari tadi mengeras dan ingin merasakan kehangatan di dalam diri Hesti seperti yang dirasakan jari-jarinya tadi. Saat Samuel menyatukan diri ke dalam diri Hesti, ia agak kesulitan untuk memasuki inti kewanitaan Hesti karena sangat sempit. “Apa …” Hesti meringgis merasakan sakit saat Samuel memaksa memasukan kejantanannya ke dalam dirinya. Ia hampir putus asa dan tidak berdaya karena ukuran kejantanan Samuel sangat besar dan keras berusaha untuk menerobos masuk sepenuhnya ke dalam dirinya. “Maaf, apa sakit?” tanya Samuel merasa khawatir dengan wajah Hesti yang memucat saat ia mencoba menyatukan diri dengannya. "Apa akan muat?" tanya Hesti dengan tatapan ngeri melihat ukuran kejantanan Samuel yang begitu besar dan tampaknya sangat keras! "Pasti bisa," jawab Samuel meyakinkan Hesti sambil berusaha terus mendorong kejantanannya masuk lebih dalam lagi ke dalam diri Hesti. Hesti harus menahan sakit saat kejantanan Samuel memasukinya, meski baru di ujungnya saja. Melihat ekspresi Hesti, Samuel berusaha membuat Hesti relaks dan bersedia menerimanya. “Tahan sebentar yah, Sayangku, tahanlah sebentar untuk kenikmatan yang lebih lagi,” kata Samuel dengan gigih dan tidak menyerah. Ia berusaha menyatukan kejantanannya yang terlalu besar untuk ukuran lubang kenikmatan milik Hesti. Ia mencoba dan berusaha lagi tapi entah kenapa usahanya belum juga berhasil karena itu ia segera bergegas mengambil pelumas di dalam laci dan dengan cepat mengoleskan ke seluruh bagian batang kejantanannya. Ia juga mengoleskannya ke liang kewanitaan Hesti agar berjaga-jaga. “Apa itu?” tanya Hesti dengan gugup. “Pelumas untuk membantu penyatuan kita,” kata Samuel sambil tersenyum penuh semangat yang membara. Gairahnya sudah diubun-ubun saat ini. Pikirannya hanya satu. Ia harus berhasil bercinta dengan Hesti malam ini. Wajah Hesti memerah menyaksikan apa yang dilakukan Samuel saat ini. Ia menggigit bibir bawahnya merasa sangat cemas. Sebelumnya, mas Haris belum pernah kesulitan menyatukan diri dengannya! Apa mungkin karena kejantanan Samuel begitu perkasa dan berukuran lebih besar dibanding mas Haris hingga Samuel memerlukan banyak pelumas untuk melapisi kejantanannya seperti itu? tanya Hesti dalam hati. “Apa itu akan berhasil?” tanya Hesti merasa gugup kalau tidak berhasil, dia tidak akan mendapatkan bayinya malam ini! “Pasti, Sayangku. Pasti, percayalah kepadaku,” kata Samuel mencoba untuk bersikap tenang agar Hesti tidak panik dan menyudahi percintaan mereka malam ini. Samuel harus mendorong dengan tenaga lebih karena sempitnya liang kewanitaan milik Hesti. Liang kewanitaan Hesti seolah masih perawan yang masih sangat sempit meski sudah mengeluarkan cairan pelicin dari dalamnya dan memperoleh pelumas tambahan di bagian luarnya. Samuel terus berusaha menghujamkan kejantanannya ke dalam diri Hesti secara berulang-ulang dengan susah payah. Hesti mengerang dan berusaha menahan sakit untuk merasakan bagaimana nikmatnya saat kejantanan Samuel berhasil memenuhinya. Samuel mengerang puas saat berhasil masuk dan bisa merasakan kehangatan yang begitu melambungkan jiwanya saat berada di dalam diri Hesti. Perasaan itu membuatnya terbang dan merasakan kenikmatan yang mendalam, belum lagi sensasi cengkraman liang kewanitaan Hesti yang memeluk erat kejantanannya tanpa ragu sedikitpun membuat ia mengerang saat menggerakkan kejantanannya di dalam liang kewanitaan Hesti. Hesti mengerang saat Samuel berhasil menyatukan diri ke dalamnya. Baru setengahnya, Hesti sudah merasa seolah meledak saat Samuel mendesak masuk lebih dalam lagi ke dalam inti kewanitaannya! “Sam, Sam!” erangnya sambil meremas punggung Samuel yang kokoh dan berkeringat. Samuel terus mendorong kejantanannya masuk ke dalam diri Hesti sambil mengelus dan mencium bibir Hesti untuk menenangkannya. Ia bergerak secara perlahan, mendorong lebih jauh lagi, masuk semakin ke dalam dan menikmati semua kehangatan di dalam tubuh Hesti. Hesti merasakan kenikmatan yang luar biasa saat kejantanan Samuel berhasil memenuhinya sepenuhnya. “Ini, yah Tuhan. Ini …!” seru Hesti tidak bisa menahan sensasi kenikmatan yang tengah melandanya saat ini. Samuel tersenyum melihat ekspresi kenikmatan yang dialami Hesti saat ini, “Kau luar biasa, Sayangku. Luar biasa!” seru Samuel sambil memejamkan mata dan menikmati sensasi cengkraman liang kewanitaan Hesti yang begitu hangat dan sanggup memberinya kenikmatan yang tiara terkira seperti ini. Hesti berusaha menyesuaikan diri untuk menerima kejantanan Samuel yang keras dan perkasa. Ia memutuskan memberi nilai sempurna untuk bercintaan mereka saat ini. Ia sangat menyukai ukuran kejantanan Samuel saat berhasil masuk dan memenuhinya. Ia merasa kejantanan Samuel menerobos hingga mentok ke ujung rahimnya. Ia tidak bisa menahan erangan kenikmatan yang keluar dari mulutnya saat Samuel bergerak maju mundur masuk keluar ke dalam dirinya. Ia hanya bisa mencengkram punggung kokoh milik Samuel dan bergerak bersama-sama dengan kecepatan yang sama dan menikmati sensasi yang ditimbulkan dari penyatuan alat intim mereka. Ia tidak ragu lagi untuk memberi Samuel semangat dan memacu Samuel agar terus mempercepat tempo gerakannya. Hesti sangat menikmati keperkasaan Samuel yang membuatnya bertambah basah dan semakin menggilai kejantanan Samuel. Ia mengerang dan memekik dengan keras tanpa bisa menahannya, menyatakan sensasi kenikmatan yang ia alami bersama Samuel. Keringat mengucur deras membanjiri seluruh wajah dan juga tubuhnya. Demikian pula dengan Samuel yang sedang berusaha keras untuk menghujam berulang-ulang ke dalam dirinya. Samuel merasa bangga mendengar pekikan kenikmatan dari Hesti saat ia bergerak dan mempercepat tempo gerakannya. Meski lelah tapi ia masih menahan untuk mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya bersama Hesti. Hesti kembali, hanya bisa mengelus dan mencengkram punggung Samuel untuk meluapkan perasaan yang menderanya saat ini. Hesti mengerang demikian pula dengan Samuel yang terus memacu dirinya untuk terus bergerak di dalam tubuhnya dengan gerakan yang cepat dan menghujam. Semuanya itu begitu nikmat saat ini! erangnya dalam hati. Samuel menembus pertahanan Hesti terus menerus hingga membuat tubuh Hesti bergerak cepat dengan p******a yang seakan menari di hadapan Samuel. Samuel merasa tergoda dan tidak tahan untuk mengulum kedua p******a Hesti dengan rakus secara bergantian. Hesti memekik antara nikmat dan juga kesakitan karena terkena gesekan gigi Samuel yang melumat p****g payudaranya terlalu b*******h tapi ia tidak sanggup memintanya berhenti karena semua itu seolah memberinya gairah yang lebih lagi karena itu ia membiarkannya dan menikmati sensasi mendalam setiap sentuhan dan apapun yang Samuel perbuat kepadanya. Samuel merasa beruntung bisa bertemu dengan Hesti yang sangat sempurna untuknya. Selain cantik, ia juga memiliki keunggulan yang diinginkan semua pria di dunia ini, ia memiliki cengkraman yang membuat pria bisa merem melek saat bercinta dengannya! “Kau sangat mengagumkan, Hes,” erang Samuel di saat ia menghujamkan kejantanannya ke arah liang kewanitaan Hesti dengan penuh semangat. “Kau juga sangat luar biasa, Sam!” erangnya merasa kesakitan bercampur dengan kenikmatan saat Samuel memasuki area intim kewanitaannya dengan begitu intens dan berulang-ulang dengan gagah perkasa. “Kita harus sering bercinta dan mengusahakan kehamilanmu di setiap saat dan setiap waktu,” ucap Samuel dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya yang kekar. Ia sangat suka saat Hesti mencengkramnya dengan erat meski ia harus berulang kali memaju mundurkan kejantanannya berulang kali untuk mengulangi sensasi kenikmatan antara cengkraman Hesti dan juga perasaan lega saat menarik kejantanannya keluar dari liang kewanitaan Hesti. Berkat bantuan pelumas, Samuel dan Hesti yang sudah b*******h semakin mempercepat gerakan mereka. Semua gesekan dan sentuhan yang tercipta di antara mereka, membuat mereka berulang kali meneriakkan erangan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Keintiman yang mereka lakukan saat ini terasa sangat liar dan segar! Mereka begitu bersemangat saling menyentuh untuk meraih kenikmatan dan klimaks yang mereka nantikan! Rasa nikmat dan sensasi yang Samuel rasakan, membuatnya bertambah bersemangat dan b*******h untuk terus menerobos dan masuk semakin dalam ke dalam diri Hesti. “Ahh, ahh, ahh!” teriak Hesti sebelum ia mencapai klimaks dan rasa bahagia melanda diri Hesti saat mendengar dan melihat ekspresi teriakan Samuel saat mencapai klimaks yang bersamaan dengannya. Samuel menahan Hesti dan menaikkan kedua kakinya ke atas. Ia menahannya sambil tersenyum ke arah hesti lalu mencurahkan benih-benih cintanya ke dalam diri Hesti tanpa merasa ragu sedikitpun. Ia memenuhi diri Hesti dengan semburan benih keturunannya! Perasaan puas melandanya begitu dalam saat melihat ekspresi Hesti saat ini. Ia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat menghujani rahim Hesti dengan spermanya yang hangat terus menerus sampai tetes terakhir. Liang kewanitaan Hesti mencengkram kejantanan Samuel lebih erat lagi seolah memeras setiap tetes terakhir s****a kenikmatan yang telah dikeluarkan Samuel saat ini. Ledakan gelombang kenikmatan itu melambungkan jiwanya ke awan-awan hingga ia lemas dan hanya bisa terengah sambil balas tersenyum ke arah Samuel. Ia memejamkan mata merasa sangat bahagia saat merasakan semburan benih Samuel yang membanjiri masuk ke dalam rahimnya. Ia merasakan kehangatan yang begitu mendalam saat Samuel berulang kali menyemburkan benih-benihnya ke dalam rahimnya. Ia membuka mata sambil mengelus wajah Samuel. “Ini sangat indah sekali,” kata Hesti sambil tertawa bahagia. Ia masih bisa merasakan sensasi klimaks yang luar biasa melambungkan jiwanya saat ini ke awan-awan. “Ini sungguh luar biasa!” ucap Hesti lagi sambil terengah bahagia. Samuel mencium Hesti kemudian menyeka peluh di kening dan tubuh Hesti. “Tunggu sebentar,” kata Samuel segera beranjak untuk mengambilkan air minum untuk Hesti dan juga dirinya. Setelah itu ia tersenyum membuka sekat ruangan dan memperlihatkan kolam renang yang ada di baliknya. “Apa?” tanya Hesti sambil terkekeh memandangi tubuh telanjang Samuel yang penuh percaya diri berjalan di hadapannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN