Lewat dua hari, Seira sudah tak tahan dengan keadaan. Deretan pesan dari Elard yang bertanya apakah dia sudah boleh datang membuat Seira makin stres. Dia ingin kabur ke tempat Kirana, tapi takutnya Noura mengira dia berbohong. Jadi beginilah tingkah Seira sehari-hari, mengikuti ibunya ke mana-mana sambil merengek minta dimaafkan. Seira memohon-mohon di depan TV saat Noura sedang menonton. Pasang muka memelas biar dikasihani. Tak tahu saja, tampang itu sudah kebal di mata Noura. “Ibu, udah dong marahnya.” Seira mulai guncang-guncang tangan Noura. Sedangkan orang yang diganggunya masih kukuh tak mau dengar. “Maafkan Seira ya ... marahnya limpahkan aja ke Elard. Nanti Seira suruh dia datang biar Ibu bisa omeli sampai puas.” Bujukan gagal, Seira menumbalkan Elard. Emang enak diomeli, lalu

