Baru sekarang Seira merasakan sakitnya masa awal kehamilan. Dia tak bisa makan rakus seperti biasanya. Kepala berasa pening setiap saat. Akhirnya hanya bisa berguling-guling di kamar dengan emosian. Tiap kali Elard telepon tanya keadaannya, Seira omeli. Lalu matikan seenaknya, guling-guling lagi sampai membuat Noura cemas. Noura masuk ke kamar Seira bawakan makanan. Biarpun mereka sedang saling diam, mereka masih makan bersama. Kalau Seira sudah sampai tak menyentuh makannya, Noura jadi kepikiran. “Seira, makan dulu,” suruh Noura. “Nggak!” Seira sembunyi dalam selimut. Bau ayam bakar favorit sekarang mengganggunya,membuat perut demo minta dikosongkan. “Sedikit saja, Seira. Sepiring aja, jangan sampai nggak makan sama sekali.” Porsi normal Seira tiga piring, jadi sepiring hitungnya sed

