Mereka meraup bibir lain macam orang kelaparan. Telapak Althaf menelusuri kulit Lana yang terbungkus gaun. Ia telusupkan jari untuk mengusap puncak dadanya yang mengeras. Satu lenguhan lolos. Suara itu kecil dan memekik. Begitu lembut di telinga Althaf hingga tak sabar mendengarnya sepanjang malam. Lana merasakan usapan tangan di pinggulnya, meraba pinggangnya, dan menarik tubuhnya mendekat. Tangan besar berurat itu mengelus dan memilin. Gumpalan buah dadanya ditangkup sebelum dicengkram lembut. Tubuh Lana menegang, lengannya mengalung ke leher sang pria. Perlahan, tonjolan di antara kaki Althaf menegak. Terangkat dan meminta bersarang. Ia mendesis saat menahan golakan hasratnya. "I miss you, sayang." bisik Althaf yang dibalas seringai nakal oleh sang wanita. "Kapan terakhir kali a

