Menjadi Seperti Ibu.

1118 Kata

Ah, sial. Gue masih hidup. Lana bermonolog saat baru saja membuka mata. Ia pandang ruangan yang bersiramkan sinar temaram itu. Althaf duduk di sampingnya—senyumnya terulas lebar tampak lega. Masih pusing, sayang? Ucapnya. Lana menggeleng. "Kamu kecapekan. Stress, kurang istirahat. Pasti jarang makan juga?" "Lagipula siapa yang bikin saya stress?" Althaf hendak menjawab, namun ia urungkan. "Kamu benar." "Di mana Darrel?" "Dia baru aja keluar. Habis ditelepon Stela." Benar, Darrel harus pergi ke kekasihnya. Lana menegakkan tubuh untuk meraih segelas air. Namun, gelas itu dengan cepat dipungut Althaf dan diminumkannya pada Lana. Si gadis meneguk sambil tertekur. "Kamu mau makan sesuatu?" "Nggak nafsu." "Mau kebab? Biar saya pesankan." Kenapa harus kebab yang ia cetuskan? Idenya ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN