Bocah Dungu.

1103 Kata

Darrel sadar dirinya dungu. Ia lahir tanpa mewarisi kegeniusan atau keahlian berbisnis ayahnya. Yang punya bakat itu justru Althaf, yang sialnya memilih hidup ‘menunduk’ dari perusahaan. “Mama mengorbankan masa muda tidak untuk punya putra yang dungu!” ucapan Martha melekat di kepalanya. Ya, benar, selamat telah memelihara putra yang dungu. Toh, ia sendiri menyesal keluar dari rahim wanita itu. Sejak Martha menyebutnya bocah bodoh, Darrel seolah jatuh ke lumpur. Kakinya terjerat dan tak punya tenaga untuk keluar. Stigma yang diberikan ibunya membekas dan terurai menjadi murka. Lelaki itu menjadi lebih beringas, mulutnya menyumpah pada kesialan terkecilpun. Rekan sesama poskonya sampai menghindar takut. Mereka mengira Darrel disusupi makhluk di daerah itu. Bahkan saat Althaf menelpo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN