Khayalan Kosong.

1074 Kata

Belum kering luka tubuhnya, kini Lana harus menerima luka di dadanya. Ia teriris memandang Althaf bersama wanita pirang itu. Hatinya mencelus, seolah sarafnya ditarik keluar hingga berceceran. Usai membaca "Sekarang saya lagi dinas di luar kota. Kita bicara nanti, ya?", Lana menulis balasan; "Oh, ya? Apa kebetulan dinasnya sama cewek rambut pirang?" Di seberang sana Althaf kontan kelabakan. Ia celingak celinguk mencari eksistensi Lana. Beberapa detik berikutnya—mereka pun bertatapan. Lana melempar sorot datar ke wajah Althaf yang kini pucat. Angin seolah membekukan tengkuk dalam beberapa detik. Pria itu cepat-cepat menepis si wanita pirang yang menggelayut manja. Bergegas ia melangkah demi meluruskan isi pesannya. Namun sebaliknya, Lana di sini telah buang muka. Ia mengamit tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN