Tian terkejut bukan main ketika merasakan gerakan Emma yang mendekat kepadanya dan kini tidur dengan beralaskan bantal yang sama dengannya. Lengannya juga tengah melingkar dengan hangat ke tubuh kekarnya saat ini seolah mencari kenyamanan dalam posisi tidurnya. “Emma…” panggil Tian dengan lembut sambil perlahan mengangkat tangan Emma dari tubuhnya. Bukan karena ia tidak menyukai jika saat ini Emma menyentuhnya, melainkan karena ia malah merasa sangat bahagia dan tidak ingin Emma nantinya malah akan salah paham. Namun bukannya bergeser menjauh, Emma malah semakin merapatkan tubuhnya pada Tian sambil memeluknya layaknya memeluk bantal guling. Tian yang memang telah lama jatuh cinta pada istrinya tersebut tentu merasa sangat bahagia akan kedekatan mereka berdua saat ini. Dan dalam hati ia b

