“Kok diam…” ucap Tian ketika mereka sudah setengah perjalanan pulang. “Aku lagi nggak malas ngomong sama kamu.” Tian mengulum senyumnya. “Emangnya aku ada salah?” “Nah salah kamu tuh disitu. Karena kamu nggak ngerasa salah.” “Iya deh… Biarpun aku nggak merasa ngelakuin sesuatu yang salah, tapi aku bakalan tetap minta maaf aja. Daripada kamu ngambek dan kesal gini.” ucap Tian dengan tersenyum. “Nggak ikhlas banget…” dumel Emma. “Ya aku harus gimana lagi dong?” “Ya minta maafnya harus tegas, tulus, ikhlas, kan aku juga bisa ngerasain kalau kamu emang ikhlas atau—“ Emma terkejut karena Tian kini menghentikan laju kendaraannya dan langsung menarik telapak tangannya dengan lembut. “Istriku, aku minta maaf ya kalau ngelakuin sesuatu yang bikin kamu kesal atau kamu nggak suka. Apapun it

