29. Anti Deteksi

1115 Kata

Ternyata meski kerempeng, badan Jayen berat juga. Memapahnya selama lima kilometer berjalan kaki, membuat lututku gemetar dan jantungku mulai bersicepat. Sesampai di sebatang pohon yang cukup rimbun, aku pun menyandarkan tubuhnya di batang pohon, lalu aku merebahkan diri di sebelahnya, berusaha mengatur napasku. Jangan sampai adrenalinku melonjak, dan kejadian sama akan terulang. Kulirik Jayen yang perlahan memejam mata. Sepanjang jalan dia mengomeliku, mengatakan bahwa hidupku tidak akan pernah tenang setelah ini. Apabila Kesatuan menemukanku, maka aku akan dijadikan senjata yang mematikan. Terbukti dengan tewasnya kelima anak buahku dan kru pesawat. “Dengar Jayen, mereka semua berusaha membunuhku, dan yang kulakukan hanyalah pembelaan diri.” Jayen berusaha untuk tetap sadar, meski ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN