Matahari belum terbit. Aku menggandeng tangan Cherry yang mendorong kereta dorong Nerm. Hari ini aku mengajaknya jalan-jalan ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumah baru kami. Nerm masih terlelap ketika aku meletakkannya di kereta dorong. Sejak semalam dia tidur begitu nyenyak. “Kita mau ke mana?” tanya Cherry. “Ke taman saja, aku ingin menikmati hari ini bersamamu.” Cherry merebahkan kepala di bahuku. Entah kenapa, semakin mendekati hari keberangkatan, aku dan dia seolah mempersiapkan kehilangan. Cherry tentu sudah sangat paham dengan konsekuensi keberangkatan ini, meski aku berjanji padanya untuk kembali. “Aku sudah siap bila kau tak kembali Eran, meski itu hanya di bibirku.” Aku mengangguk. Semua itu tidak perlu diucapkan. Setiap pasangan di Kesatuan sudah memahami bahasa perpis

