Count Down dengan pengeras suara sudah dimulai. Suaranya menggema di kantor-kantor Kesatuan. Aku merasa seperti hitungan mundur kematian. Setiap detik tersiar di radio, televisi dan layar-layar monitor di setiap ruangan Kesatuan. Cherry bahkan tak hendak mematikan televisi, dua puluh empat jam dibiarkannya menyala. “Bagaimana Nerm?” tanyaku pada Cherry yang sedang menyusui Nerm. Melihat dua kekasihku itu sedang berada di atas bed, menunjukkan ikatan kasih sayang yang luar biasa, yang tak dapat diterjemahkan dengan kata-kata, membuatku tak bisa bicara banyak. “Dia semakin banyak menyusu.” Cherry duduk perlahan ketika Nerm sudah terlelap, Aku mendekati mereka berdua, mengambil gambar dan video. Untuk obat rindu di atas sana. Meski untuk berkomunikasi saat ini sangatlah mudah, tapi akan l

