Jayen mengajakku jalan-jalan pagi itu. Dia mengatakannya dengan jelas di hadapan kelima anggota tim, saat kami menikmati sarapan. “Karena kau bisa melihat, aku tidak mau kau membawa tongkatmu, Kapten.” Jayen terdengar tegas dan memerintah. Aku hanya mengendik bahu. “Asal kau bertanggung jawab kalau aku tersandung batu. Kau harus menggendongku kembali ke hotel.” Terdengar tawa terkekeh kelima anggotaku yang lain. Mereka semua duduk melingkar di meja bundar yang disediakan oleh manajemen hotel. Baru di negara ini kami mendapat jamuan istimewa. “Apa agenda kita hari ini, Kapten?” tanya Donnie. “Kita ada waktu satu hari lagi untuk beristirahat. Besok pagi harus terbang lagi. Kudengar banyak kawasan wisata bagus di sekitar sini, meski aku tidak bisa menikmatinya. Jadi, silakan bersenang-se

