Perjalanan misi ini mulai terasa melelahkan. Meski di setiap tempat transit, Kesatuan sudah menyiapkan akomodasi dan amunisi yang lumayan memanjakan, tapi tetap saja rumah adalah tempat yang paling kurindukan. Di setiap transit, selama 24 jam aku tidak akan mengusik anggota tim. Kubiarkan mereka istirahat dan menghubungi keluarga masing-masing. Bahkan ada yang berada di dalam kamar tidak keluar sama sekali, tidur berjam-jam. Biarlah, yang penting psikis dan fisik mereka mendapat hak untuk istirahat. Cherry tidak segera menjawab panggilan videoku. Namun dia membalasnya beberapa menit kemudian. Melihatnya dalam video berupa gestur biru yang memadat sudah membuatku lega, meski aku tak bisa menyentuhnya. “Maaf aku tadi masih di belakang, sayang.” “Di belakang? Apa yang kau lakukan di sana?

