“Gia, apa yang kamu lakukan saat ini?” Abim yang baru selesai berolah raga pun kaget melihat istrinya. “Beberapa hari belakangan ‘kan, Gia gak masak. Jadi sekarang Gia masaknya di rapel.” jawab Gia polos sambil menata beberapa hidangan di hadapan Abim. “Iya tau, tapi…. apa yang kamu lakukan itu tidak perlu. Kamu bisa kecapekan, sayang. Lagian kalau seperti ini, jatuhnya kaya lagi hajatan, siapa yang mau habiskan ini?” Abim melihat ada beberapa menu kesukaannya dengan porsi yang cukup untuk dua orang. Tapi, ini benar-benar banyak pilihannya. “Ya, kalau abang tidak bisa menghabiskan ini semua mah gampang, tuh…” Gia menunjuk beberapa orang yang entah datang dari mana. Kalau melihat baju yang mereka kenakan, sepertinya mereka orang-orang yang biasanya lewat depan rumah. Dari

