Di kantor besar sang atasan tengah menikmati makan siang dengan hati riang. Sedangkan di sebuah rumah, Gia hanya bisa diam dan makan sendiri karena Leo tidak biasa untuk pulang makan siang. Dengan menikmati makan siang sendiri, Gia harus berpuas hati dengan keadaan seperti ini. Makanan Gia sudah habis, sesosok Leo baru saja masuk ke dalam rumah. “Apa aku melewatkan makan siang ku?” tanya Leo melihat piring Gia yang sudah kosong. “Tidak, aku hanya tidak nafsu makan kalau sendirian. Aku sudah masak ayam goreng sama capcay. Aku tidak tau apa makanan kesukaan bapak, jadi masak apa yang ada di dalam kulkas.” jawab Gia. “Aku akan memakan apa saja yang kamu masak untukku.” Leo tidak mau berpusing kepala hanya untuk mengisi perutnya. Sekali suapan, Leo masih merasakan apak

