Perjalanan ke Singapura cukup memberikan ketenangan bagi Gia dan Abim. Selama hampir dua jam, mereka berada di atas pesawat. Kini Gia dan Abim berada di hotel yang berada di pusat kota, tengah beristirahat. Sebenarnya tidak istirahat dalam arti yang sebenarnya, karena Gia dan Abim jauh lebih menggunakan waktu yang kurang dari satu jam untuk menenangkan diri. Gemetar, takut dan gugup adalah perasaan yang saat ini hinggap di dalam diri mereka berdua. Gia yang terlihat sangat tenang, sebenarnya dia tidak siap untuk berhadapan langsung dengan para dokter. Dia teringat akan rintihan Gieska di malam-malam terakhir sebelum di bawa ke rumah sakit. Mengerikan, belum lagi rancauan kakaknya itu ketika satu persatu jarum menusuk tubuhnya. Alat-alat yang di pasang pada tubuhnya juga membuat k

