Hanyut Di Sungai Brantas

1237 Kata
Pendekar BAYU SUTRA Peqaris Ajian Sapu Jagat Bag 2 Padukan raja Aji Batara tidak memiliki tirunan laki-laki. Maka Sang Raja akan mewariskan Tahta kepada keluarga atau anak turunan yang pantas untuk melanjutkan Kepimpinannya. " Aku harus melenyapkan engkau Paman Pangeran. karena Pamanlah yang akan. dipilih menggantikan Padukan Raja Mertuaku untuk menggantikannya. maka engkau dan turunanmu harus Lenyap dari muka bumi..Hahaha..! " " Kurang ajar..! engkau Raden Misnan aku akan maringkusmu Menantu Tidak tahu diri..!? " Ciaatt..!! Pangeran Aji bermaksud menyerang Raden Misnan. tetapi terdengar dari arah belakang seruan yang menantangnya.. " Pangeran Aji Sadewa ..akulah lawanmu..Hehehe..! " Panglima Tumbak Taji..!! ? Oh..ternyata kalian Orang tua dan anak bersekutu untuk menduduki Tahta Kerajaan Singagiri..! " Kata Pangeran Aji Sadewa. Panglima Tumbak taji sudah menyiapkan anak buahnya untuk menghabisi keluarga Pangeran Aji Sadewa. " Bahaya aku harus menyelamatkan anak anakku.. " Bayu Sutra. cepat Kau bawah Pergi yang jauh Ibundamu dan Adik adikmu Aji Surya dan Putri Ayunias. Pinta Pangeran Aji Sadewa. Pangeran menyadari untuk lolos dari panglima Tumbak Taji amat sulit. lebih baik dia sendiri melawan sampai titik darah penghabisan. dari pada seluruh keluarganya juga habis dibunuh. " Tidak Ramanda. aku juga akan melawan mereka .biar pengawal saja yang membawa Lari Ibunda. Aji dan Dinda Ayunias.." Lima belas pengawal setia pangeran Segera melarikan Kereta Kuda membawa Ibunda Rosmina nama istri Pangeran Aji Sadewa. bersama Putra dan putrinya Aji Surya dan Ayunias . " Hai.. mau melarikan diri..! kejar Tangkap habis mereka semua..!! " Teriak Raden Misnan langsung mengejar kereta yang membawa Lari Ibunda dan putra - putrinya Pangeran Aji. Tetapi Pangeran Aji Sadewa Segera menghalangi Raden Misnan. maka terjadi pertempuran yang genting. Pangeran Aji bersama putra sulungnya Raden Bayu dikeroyok pengawal bersama Raden Misnan. sementara Panglima Tumbak Taji bersiap siap membantu sambil mengawasi barangkali Pangeran juga membawa pasukan lain. karena biasanya setia tugas luar kota Pangeran Aji Sadewa dikawal Pengawal Khusus istana Singagiri . " Mana pasukan Pangeran Aji Sadewa yang lain. apa mereka bersembunyi..? " Panglima Tumbak Taji segera perintahkan prajuritnya untuk mengejar Kereta Kuda yang dikawal 15 Pengawal Pangeran Aji Sadewa. " Habis semua hilangkan jejak.!! " perintah Panglima. sementara Panglima Tumbak Taji sibuk mengawasi kalau ada pasukan pengawal khusus istana yang melindungi Pangeran Aji dan keluarganya. Ciaatt Dess!!! Plak.. crusss!!! " Ahhkk. gdabuk! Aduh.lenganku.." Pangeran Aji yang memang berilmu kanuragan tinggi berhasil menghajar Raden Misnan hingga raden Misnan terbabat lengannya putus. Raden Misnan roboh tersungkur..! " Kampus kau..Misnan..!! " Teriakan Pangeran Menganyunkan Goloknya ke arah Raden Misnan yang sudah tersungkur. Melihat itu Ramandanya Panglima Tumbak Taji terkejut. Panglima lengah karena sibuk mengawasi barangkali ada pengawal Pangeran Aji yang diam diam sudah bersiap. ternyata ditunggu tunggu tidak muncul. sing..sing bet Prangg !!! Panglima Tumbak Taji menyerang kilat Jarak jauh melemparkan Tumbak yang dipegangnya untuk. menyelamatkan Putranya Raden Misnan. Sing.. Wess.. bet ! " Hahh..? Serangan Tumbak maut andalannya.!" Seru Pangeran Aji sambil melihat Tumbak melesat ke arahnya... Haiiitt..! Prang...!!! Golok Pangeran Aji berhasil Menghalau s*****a tumbak yang dilemparkan padanya. Caaiitt..! Prangg..!! Tumbak yang berhasil dihalau terbang melenceng malah mengenai d**a Raden Misnan. Sing..Cap..!! Akhh...!!! Uhk..! Raden Misnan tidak dapat menghindar Terjerembab Tewas dengan Tombak Ramandanya sendiri menancap d**a raden Misnan. " Hah putraku Misnan..?! " Teriak Panglima menghampiri dan memeluk Jasad putranya Raden Misnan. " Huhuhu..Misnan Putraku..." Panglima tidak dapat menahan. kemarahannya karena putranya tewas. Tewas oleh Tumbaknya sendiri..Ohh.. Sementara Raden Bayu dan Pangeran Aji Sadewa sibuk menghadapi keroyokan anak buah Raden Misnan yang semakin bertambah banyak dengan bantuan dari prajurit pimpinan Panglima Tumbak Taji. Pangeran Aji Sadewa mengeluarkan seluruh ilmu Kanuragannya Dengan lincah dan gesit menghindar dan balas menyerang begitu pula Raden Bayu Putra sulungnya Haiitt !! Bett..jdug ! prak. !! Akhh!!! Para Prajurit maupun pengawal Raden Misnan banyak yang terkapar. siapa yang terdekat dengan Pangeran Aji maupun Bayu terkapar roboh terkena serangan Pangeran Aji dan Raden Bayu... Panglima Tumbak Taji yang berilmu tinggi dengan amarah meluap luap menyerang ganas Pangeran Aji Sadewa. Ciaattt...!! Jgar...!!! Akhh..! Gdabukk...! Raden Bayu Roboh tersungkur.. Terkena serangan Mendadak dari Panglima Tumbak Taji yang tak disangkanya. Pangeran Aji Sadewa terkejut Putranya tersungkur toboh oleh serangan Panglima Tumbak Taji. " Putraku Bayu.?! " Seru Pangeran Aji bermaksud menolong Bayu putranya. Tetapi Panglima Tidak membiarkan hal itu. langsung menyerang Pangeran Aji dengan jurus andalannya yang tersohor ampuh. Jurus maut Tumbak kembar. Sing...! wess..Sing..!! Pletak..! " Hahh. Ukh..!!! " Golok Pangeran Aji terpental oleh serangan jurus maut Tumbak Kembar. " Celaka.. ternyata Jurus Tumbak lembar benar benar hebat.. " Pangeran Cepat balas menyerang dengan Golok yang lainnya. " Pangeran Aji !!. kau harus bayar dengan nyawamu atas kematian Misnan putraku.." Teriak Panglima marah. Sing.. wess.. Ciaattt !!! Buk..Jgarrr !!! Ukhh...!! Kembali Pangeran Aji terkena serangan Tombak maut.. Tetapi dengan gigih tetap melawan tidak gentar. " Mampus.. Kau Aji.." Singg..sing...bett..!! " Hah...?? " Serangan kali ini sangat gencar pangeran Aji merasa nyawanya sudah diujung tanduk.. " Aku tewas kamu juga harus tewas..?!! " Teriak Pangeran Aji balas menyerang tanpa menghindar serangan yang sudah tepat kearah tubuhnya. Hiaayyttt..!! Crass crass jeb..!!. Hiayyat...Cruss!! Ahhkkl...!! Huk...! Brukk!! Huaaa..Akh.. mataku.. Akh..!!duhhh..! Kedua petarung tangguh tersebut Ambruk. Pangeran yang sudah tidak bisa menghindar serangan maut Tumbak Kembar. nekat membiarkan Serangan Tumbak kembar mengenai Badannya karena memang sudah sulit untuk menghindar. Maka dia pun menyerang dan berhasil tepat sasaran mengenai Sebelah Mata Panglima Tumbak Taji. Akibatnya Sebelah Mata kanan Panglima Tertusuk golok Pangeran Aji. matanya pecah dan buta sebelah kanan. Begitu Pula Pangeran Aji Sadewa Tersungkur Roboh dan Tewas. Panglima Tumbak Taji Meraung Kesakitan sebelah matanya pecah hancur dan buta sebelah. Sementara Raden Bayu yang sudah terluka dikeroyok para Prajurit masih berusaha melawan dengan perlahan mundur hingga ke tepian Jurang. Raden Bayu semakin terdesak. mundur terus... Jurang tersebut sangat dalam berada di lereng gunung Arjuna.. Dalam Kondisi sudah terluka dan terdesak di tepian Jurang Raden Bayu sudah tidak dapat lari atau mundur lagi. Ketika serangan beruntun prajurit berlanjut Raden Bayu tetap berusaha bertahan dan mundur akibatnya Raden Bayu terperosok jatuh kejurang Gunung Arjuna. Akhh.....sing...bret Srookk..!!! " Haahhh...??." Jurang tersebut berada di atas Hulu Sungai Brantas yang deras.. Raden Bayu Sutra terperosok masuk jurang dalam jurang.. " Ha Hahaha..! mampuslah kau Raden Bayu..! " Para Prajurit yakin Raden Bayu pasti tewas jatuh dari atas jurang yang sangat dalam. Para Prajurit segera menghadap Panglima Tumbak Taji yang terluka matanya buta sebelah. Sementara itu Kereta Kuda yang membawa ibunda Rasmina Istri Pangeran Aji bersama Putra nya Aji Surya dan putrinya Ayunias. Melaju semakin kencang.bersama 15 Pengawal yang melindunginya. " Celaka Prajurit Panglima tetap mengejar kita. mereka jumlahnya banyak kisaran 30 orang." Seru Seorang Pengawal Ibunda Rasmina. " Hahaha..!! Mau lari kemana kau Pengawal kecil." Seru Para prajurit yang mengejar memperkencang lari kuda tunggangannya. " Hah.. bahaya ini kita harus melindungi Tuan Putri Rasmina dan putra putrinya..." ucap para pengawal sambil memperkecang Kendali Kereta nya. Sementara jalan yang dilalui semakin sulit sempit berliku dan rusak.. Tepi kanan jurang yang amat dalam dikiri Pohon cemara rindang.. dan banyak bebatuan besar. Sehingga mereka terkejar dan langsung diserang habis habisan oleh Prajurit Panglima Tumbak Taji. 14 Belas Pengawal berusaha mati matian menghalangi Prajurit yang bermaksud menghentikan kereta. " Kang Jali..! Cepat Bawa Lari yang kencang keretanya kami akan menghalangi dan melawan mereka." Seru Pengawal Kereta Kuda. " Kang Jali jangan pikirkan kami. percepat lari kereta kudanya lari...! yang penting Lari yang sejauh mungkin dan sembunyi." " Baik siap Laksanakan Kang..! " Jawab Kang Jali sebagai kusir kereta mempercepat lari kudanya. walau jalan semakin sulit ditempuh ... tepi hutan banyak pohon juga jalan berliku... Bersambung Episode : 3
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN