S E L A M A T M E M B A C A * * * * * * * * * * Sudah berkali-kali Dei menghela nafasnya dengan kasar. Dia yang sejak tadi duduk di ruang tamu mulai merasa bosan. Dia hanya berharap semoga saja dia tidak mati kebosanan. Tidak ada mertuanya yang bisa menjadi temannya ngobrol. Kedua mertuanya sudah bertolak sejak 2 hari yang lalu. Katanya mau liburan selama dua minggu. Sedangkan dia sendiri sedang menjadi tahanan rumah oleh suaminya. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, Dei menjadi tahanan rumah. Tidak ada izin untuk keluar, bahkan menginjakkan kakinya sedikit saja keluar gerbang adalah dosa. Dei yang tidak biasa dengan hidup yang terkekang sepertinya, merasa sangat kesal. “Nyonya…” Seorang pelayan datang mengahmpiri Dei. “Kenapa?” tanya Dei dengan malasnya. “Ada kiriman dari T

