SELAMAT MEMBACA **** Rey duduk dengan tenang di hadapan beberapa orang pekerjanya. Ada juga Rara yang duduk dengan gelisah di sampingya. “Apa benar kemarin Bapak mengantar Dei kekantor?” Rey bertanya pada seorang sopir yang menurut laporan dialah yang terakhir mengantar Dei pergi kekantor Al. “Benar Tuan,” jawab Sopir itu dengan sedikit gugup. “Lalu setelahnya?” “Nyonya minta di antar kekantor Tuan, setelah itu Nyonya minta saya untuk pulang karena katanya nanti dia pulang sama Tuan Al. Saya pun pulang Tuan, setelah itu saya tidak tau lagi tuan.” Rey menghela nafasnya dengan pelan. Kali ini tatapan beralih pada dua orang laki-laki berseragam hitam di hadapannya. “Apa yang di lakukan Dei seharian kemarin?” tanya Rey pada dua orang pengawal itu. “Nyonya tidak melakukan apap

