S E L A M A T M E M B A C A * * * * * * Dei turun dari helicopter dan memandang bangunan besar di hadapannya. Bangunan yang akan menjadi rumahnya mulai saat ini dan mungkin selamanya. Sebuah mantion mewah yang dengan halaman yang banyak di tumbuhi pepohonan yang snagat rindang. “Selamat datang Nona.” Seorang perempuan berpakaian pelayan membungkuk sopan membukakan pintu dan mempersilahkan Dei untuk masuk. “Dimana Opa?” tanya Dei pada perempuan pelayan itu. “Di belakang Nona.” “Dank U.” (Terimakasih) Dei berjalan kehalaman belakang mantion megah itu, dia menyusuri setiap tempat dan berusaha menguasai dirinya untuk bertahan di sana. Udara yang sangat segar setidaknya sedikit mengalihkan perhatian Dei, karena letak mation berada di sebuah pulau pribadi yang tidak memiliki banya

