SELAMAT MEMBACA *** “Selamat pagi Tampan,” sapa Al pada putranya yang baru saja datang dan duduk untuk sarapan. Sedangkan dirinya dan Dei sudah siap untuk sarapan sejak tadi. “Itu Papi menyapa kok diam.” Dei menegur sikap diam Nio. Yang bahkan tidak menoleh sedikitpun. “Pagi…” jawab Nio singkat. Dei tersenyum geli menatapa suaminya. Sedangkan Al, dia justru mengangkat kedua bahunya acuh. “Nio mau sarapan apa?” tanya Dei pada Nio, tangannya sibuk mengoleskan selai pada roti tawar untuk sarapan suaminya. “Ayam,” jawab Nio singkat. Dei menyerahkan roti yang sudah dia olesi dengan selai untuk Al, lalu mengambilkan nasi dan ayam goreng untuk putranya. “Minggu depan Mami ikut ya sama Papi pergi.” Ucap Al sambil mengunyah rotinya. Matanya melirik pada putranya, tapi sepertinya pu

