Awalnya meski hatinya sakit, Ane masih tetap bertahan tinggal di rumah itu. Dia berbaring di ranjangnya sambil meringkuk, bahkan Dipsy kesayangannya pun tak dia pedulikan. Namun, begitu langit menghitam sempurna, tepat di jam 9 malam, Ane tiba-tiba beranjak bangun. Dia berjalan menuju kamar mandi. Alcander yang penasaran, mengikuti langkah Ane. Dia mengintip melalui celah pintu yang memang tidak ditutup rapat oleh Ane. Di dalam kamar mandi, Ane hanya diam mematung sambil menatap pantulan wajahnya di cermin. Beberapa menit hanya diam seperti itu, sebelum tiba-tiba dia melakukan pergerakan. Hal yang dilakukannya adalah membasuh wajah dengan air segar dari keran, lalu setelah itu kembali melangkah menuju pintu. Saat dia nyaris melewati pintu, Ane tersentak saat kakinya menginjak sesuatu

