My Dog, 18

2198 Kata

Ane dan Anisa sedang berpelukan sekarang. Mereka sedang berdiri di terminal bus karena Ane memutuskan akan kembali ke Jakarta hari ini. Dirinya hanya bertahan menetap selama dua hari di kampung halaman tercinta, kini dia menyerah hidup sebagai kaum rebahan, dia harus kembali ke Jakarta untuk mencari pekerjaan baru. Bagaimana pun berat dan sulitnya hidup di ibukota, Ane akan berusaha mandiri daripada harus terus mengekori sang kakak layaknya anak ayam mengekori induknya.  “Kamu yakin mau balik ke Jakarta, An?” Tanya Anisa, raut wajahnya tidak pura-pura, memang sedang sedih karena harus berpisah lagi dengan sang adik tersayang. “Iya, Kak,” sahut Ane. “Kayak yang kakak bilang aku nggak boleh cuma rebahan aja di kasur. Aku harus punya penghasilan sendiri,” tambahnya sambil menyengir lebar. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN