My Dog, 36

3096 Kata

Pagi-pagi buta, Ane berjalan cepat menuju kamar Alcander. Alasannya tentu saja karena dia berniat menceritakan pembicaraan Aniq dan Danish yang didengarnya tadi.  Setibanya di depan pintu sang putra mahkota, Ane tak bisa masuk ke dalam dengan mudah karena seorang pengawal tampak sedang berjaga di depan pintu. Sang pengawal menatap Ane dengan raut bingung begitu melihat gadis itu berdiri di depannya dengan napas terengah-engah.  “Tolong buka pintunya. Aku harus bicara dengan Dipsy,” kata Ane sambil berusaha mengatur napasnya agar kembali normal. “Maksudnya Anda ingin bicara dengan Putra Mahkota?”  Ane mengangguk-anggukan kepala, “Iya, tolong buka pintunya.” “Tapi, Nona. Ini terlalu pagi. Yang Mulia pasti masih tidur.” “Buka saja dulu pintunya, nanti aku yang akan membangunkan dia.” 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN