Raka berjalan dengan langkah pelan, tatapannya tertuju pada Ane yang berjalan cukup jauh di depannya. Raut iba terlihat jelas di sorot mata pria itu, menyaksikan seorang gadis dengan gaun hitam selututnya yang basah kuyup, rambut yang masih meneteskan air di ujung-ujungnya. Ane berjalan gontai sembari menenteng heelsnya karena salah satu talinya putus. Gadis itu duduk di kursi panjang yang terletak di pinggir jalan. Raka penasaran apa yang sedang dilakukan Ane karena sekarang dia sedang menunduk memeriksa telapak kakinya. Mungkin menginjak sesuatu karena berjalan tanpa alas kaki. Raka pun melangkah menghampirinya. “Dipsy, kamu ngapain ngikutin aku ke sini?” Suara Ane terdengar ketika Raka kini sudah berdiri tak jauh dari kursi yang diduduki gadis itu. Ane tak lagi memeriksa telapak k

