Angin yang berembus malam ini cukup dingin bahkan meski Ane sudah mengenakan pakaian cukup tebal, dia masih bisa merasakan hawa dingin itu menusuk hingga ke tulang. Dia mengusap-usap lengannya sendiri untuk menghantarkan sedikit kehangatan, tatapan gadis itu tertuju ke depan pada sosok seorang pria yang sedang berdiri menatap pemandangan desa ini yang memang bisa dilihat dari tebing itu. Alcander tengah bersandar pada pohon sambil bersedekap memandang rumah-rumah penduduk di desa kecil yang mereka tempati sekarang. Hanya melihat punggungnya yang tampak rapuh, Ane tahu perasaan pria itu sedang hancur dan berduka. Sesuatu yang wajar setelah mengetahui kerajaan dan istananya kini lenyap ditelan bumi. Semua hancur dalam sekejap. Kerajaan Soungga itu kini musnah dan menghilang dari permukaan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


