My Dog, 29

3376 Kata

Ane tersenyum lebar sembari melambai-lambaikan tangan begitu melihat orang yang ditunggunya kini sedang berjalan menghampirinya.  “An, kok kamu pulang ke sini gak bilang-bilang kebiasaan deh bikin orang kaget aja,” kata Anisa, kakak perempuan Ane yang harus buru-buru meninggalkan rumah sakit karena sang adik tiba-tiba mengabari dan mengajak bertemu di sini. Warung pecel lele di pinggir jalan, tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Anisa bekerja.  “Sengaja, Kak. Biar kejutan,” sahut Ane sambil menyengir lebar.  Anisa mendengus kasar, lalu ikut mendudukan diri di samping Ane. Lalu memutar bola matanya malas saat melihat di depan Ane sudah ada piring kotor bekas Ane makan. “Kamu udah makan duluan?” Tanya Anisa syok karena awalnya dia pikir Ane mengajaknya bertemu di tempat ini karena i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN