Urusan Hati

1695 Kata

Ardan berdeham saat tiba di dekat sofa. Ia baru saja selesai mandi. Rumah tampak sepi siang ini. Wira dan Aisha baru saja keluar. Katanya, mau belanja isi dapur dan kebutuhan rumah tangga. Dina memilih tinggal di rumah karena malas ikut. Ardan tidak ikut karena baru saja keluar tadi. "Gimana?" tanya Ardan tiba-tiba. Dina yang sedang memindahkan channel televisi hanya mengerutkan kening sebagai jawaban. Tak mengerti akan pertanyaan sepotong milik Ardan yang tidak jelas itu. Ardan mengambil duduk tak jauh darinya. Ia menatap tampang Dina yang tampak serius menonton televisi itu. "Hubungan lo sama Eza," lanjut Ardan. Dina tidak menoleh sedikit pun walau agak terganggu dengan pertanyaan itu. Ia tahu kok, ke mana arah dan tujuan Ardan menanyakan itu. Ke mana lagi? Hampir semua orang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN