Sebuah Kepastian

1611 Kata

"Diiiiit! Ah parah lo udah gak angkat video call kita-kitaa!" Itu sapaan Nara ketika untuk ke sekian kalinya, video call darinya baru diangkat oleh Adit. Ternyata ada Teo dan Husein juga yang sudah tertawa. Adit tersenyum tipis. Melihat mereka, ia jadi rindu masa-masa dua tahun lalu. "Padahal kita sengaja tuuh minta Nara yang nelpon. Siapa tahu kalo cewek yang nelpon diangkat kan. Eeeh ternyata, Nara udah gak dianggap cewek sama Adit!" seru Teo yang membuat semuanya terbahak kecuali Nara yang hanya menyumbingkan bibirnya. Sedari dulu, ia memang hanya punya teman lelaki. Maksudnya, lebih dekat dengan para lelaki dibandingkan dengan perempuan karena perempuan itu mulutnya ribet. Yaaa Nara memang ember juga sih tapi ia tak pernah membuka rahasia apalagi membongkar aib sahabat sendiri. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN