"Kenapa Ayah tidak langsung ke dokter?" protes Nana begitu mereka turun dari motor di pekarangan rumah. Takeru berlalu masuk, seolah tidak mau menjawab pertanyaan putrinya yang sudah ia dengar hampir sepanjang perjalanan. Ya, ia memang tidak mengiyakan keinginan Nana datang ke dokter. Ia langsung menutup toko, tapi dengan niatan langsung pulang. Tentu saja, hal itu membuat Nana merasa kesal, lebih tepatnya marah karena khawatir. "Apakah Ayah akan hidup seperti ini terus? Kenapa Ayah tidak mau ke dokter?" Nana masih saja mengulangi pertanyaan. Sampai ayahnya menjawab, ia tidak akan berhenti. "Kenapa Ayah tidak datang ke dokter?" Mendengar rengekan yang tidak berhenti dari tadi, membuat Takeru menghentikan langkah. Ia menarik napas dalam, setelahnya menoleh pada gadis di belakang. Pria

