Hari terakhir ujian sudah berakhir lusa kemarin. Untuk Nana, tidak ada yang benar-benar sulit maupun terlalu mudah. Bagi gadis itu, semua terasa rata. Bahkan untuk hasilnya sendiri ia tidak seyakin sebelumnya. Entah kenapa, mungkin hanya sebatas firasat saja. Sementara pagi ini, suasana di rumah Takeru terasa lebih tenang dari sebelumnya. Tentu saja, batuk pria itu sudah jauh berkurang semenjak ia menuruti Nana mengunjungi dokter. Meski hanya perawatan jalan, tapi sudah sangat membantunya mengurangi sesak. Takeru menatap putrinya dari ujung rambut hingga kaki. Gadis berseragam rapi tersebut berhasil menyita perhatiannya. Bukankah memang sudah seharusnya seperti ini di hari kerja? "Ayah kira kamu libur," ujar Takeru setelah terdiam beberapa saat. Rupanya ia tidak mengira jika Nana akan t

