"Nana. Petugas administrasi memanggilmu." Nana menghela napas berat ketika panggilan itu sampai dari temannya. Ia sudah menebak apa yang akan ia dapat setelah datang ke sumber panggilan. Yakni sebuah surat cinta berisi tagihan pembayaran sekolah. Digenggamnya sebuah surat yang terbalut amplop cokelat. Tentu saja dugaannya benar. Lagipula memang sudah seharusnya ia melunasi biaya sekolah satu semester ini, belum lagi bulan depan sudah kenaikan kelas. Lagi-lagi, Nana hanya bisa membuang napas panjang menatap tagihan di tangannya. Ia pikir semua akan lancar pada awalnya, tetapi ternyata ada hal yang tidak pernah terpikirkan. Kehidupan memang tidak terduga. Ayahnya ditipu dan toko yang tidak ramai pembeli. Mengambil tabungan sekolah, rasanya sudah terlalu banyak ia memakainya untuk semeste

